niat ga bisa dijadikan patokan dalam pekerjaan didalam sebuah perusahaan.
kalian tau sendiri yang namanya birokrasi binus itu berbelit2.
dulu gw sudah pernah post : dana anggaran/budget utk setiap divisi keluar setiap bulan january. klo ada keperluan mendadak lain, harus gali lubang tutup lubang supaya bisa beres. itulah peraturan di binus.
ada yang sudah kerja dan pernah rapat anggaran ?
pernah denger ada seluruh proposal anggaran diterima dan keluar dananya sekaligus ? yang ada disuruh potong sana sini setiap kali rapat anggaran.
jadwal : mahasiswa binus yang praktikum banyak. dalam 1 shift 90% kelas di syahdan dan dianggrek pasti dipake.
utk pindah2 butuh berapa waktu ? ga mungkin dalam 1 shift. sementara di shift berikutnya bisa aja kelas tersebut dipakai utk praktikum. pindah kelas ? ga semua kelas bisa dipindahin, hardware nya bisa ga memadai, atau software diruangan tersebut bisa ga ada.
dan jangan lupa harus selalu ada ruangan kosong utk berjaga2 klo2 ada ruangan yang mengalami kerusakan parah sampai ga bisa dipake.
SDM : sudah gw bilang, ga semua orang boleh mengetahui topologi jaringan di lab, baik secara fisik maupun logical. bahkan gw yang skripsi mengenai hal ini pun diingatkan utk tidak menulis secara gamblang didalam skripsi. jadi bahkan dosen penguji gw yang notabene adalah karyawan binus dibagian lain (ATL) pun tidak boleh tau.
jadi siapa yang bisa disuruh utk pindah2 ? PSP hanya ada 5-6 orang per wilayah. ast ga boleh mengetahui topologi jaringan.
Quote:
Masalahnya itu cuma di niat, MoP, niat..
Maaf di sini gak trlihat niat uptpl untuk mempertimbangkan saran yg dimasukan karena tidak ada orang yg cukup berkompetensi untuk mengambil keputusan atau paling tidak memberikan informasi di sini.
CMIIW
ada beberapa alasan yg kalian ga tau :
1. ast2 di forum ini ga mungkin kasih progress report terus menerus donk. siapa bilang hal ini belum disampaikan ? gw sendiri sudah menyampaikan ke kepala SPO selaku atasan dari para PSP koq.
2. masalah kompetensi utk ambil keputusan , emang ga ada, karena ast yang punya jabatan hanya sedikit sekali. meminta para "petinggi" ? justru para petinggilah yang meminta kita mewakili mereka dalam menjawab dan memberi info ke mereka. bahkan gw pun masih diminta, walau gw bukan ast lagi.
utk yang tau alasan mengapa BM tolak / terima biasanya kalab dan kepala SPO, cuma ga semua berani gw tanyakan ke mereka, selain gw sudah menjadi "orang luar", mungkin saja ini rahasia internal mengenai penjadwalan.
and the last : klo kalian merasa ada cara yang lebih simple sehingga hal ini bisa diwujudkan, silahkan kasih saran klo perlu
bantu para ast utk meminta hal ini. ast sudah mengupayakan sejauh apa yang mereka bisa.